Pentingnya Pengasuhan Anak

 

gambar dari sini

Isu kekerasan pada anak kembali terangkat pasca kasus bullying yang menyebakan kematian A di Jakarta (18/9). Kasus kekerasan pada anak yang mulai marak beberapa tahun belakangan ini menjadi sorotan sekaligus pertanyaaan, bagaimana bisa anak yang masih sangat kecil belajar saling berkelahi sehingga menyebabkan kematian temannya sendiri. Apalagi pada kasus A dan R ini, keduanya masih berada pada kelas 2 SD.

Orang Tua dan Lingkungan

Tumbuh kembang anak dipegang oleh dua unsur; orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh. Orang tua sebagai guru pertama sang anak bertanggung jawab mendidik anak tersebut dengan penanaman nilai-nilai yang baik sejak dini. Tidak hanya mendidik dengan ucapan, namun orang tua juga wajib mengajarkan dengan keteladanan. Orang tua akan menjadi contoh terdekat bagi anak-anaknya. Jika anak melihat orang tua sering berteriak-teriak atau bertengkar, kelak anak akan mengikutinya.

Lingkungan memiliki makna yang luas. Lingkungan tempat anak tumbuh akan mempengaruhi bagaimana si anak bersikap dengan sekelilingnya. Jika anak tumbuh di lingkungan di mana ia melihat banyak remaja yang sering mengumpat dengan kata kasar dan berkelahi, lingkungan akan mengajarkan anak untuk berbuat hal yang sama di kemudian hari. Anak akan menganggapnya sebagai suau kewajaran yang dapat ia lakukan juga dengan teman-temannya di sekolah.

Lingkungan sekolah juga berperan dalam penjagaan anak. Sebagai lokasi di mana kasus kekerasan pada anak banyak terjadi ini memiliki peran untuk melakukan upaya preventif dalam mencegah kasus serupa terjadi lagi. Misalnya dengan menambahkan kurikulum etika pada mata pelajarannya dan menciptakan iklim yang penuh kasih sayang serta rasa aman dan tentram di sekolah. Anak-anak harus dikenalkan tentang bagaimana berinteraksi dan berperilaku dengan orang lain. Karena sekolah tidak bisa berasumsi semua siswanya sudah diajarkan etika berteman oleh orang tuanya masing-masing di rumah. Guru juga tidak boleh abai terhadap ejekan-ejekan yang beredar di antara siswa dan merasa bahwa ejekan itu biasa terjadi. Kasus A dan R ini pun bermula dari saling mengejek, kemudian bertengkar hingga nyawa A hilang.

Peran Penting Orang Tua

Dari dua hal itu, orang tua tetaplah memegang peranan paling penting dalam proses mendidik anaknya. Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2015, sebagaimana dilansir dari cnnindonesia.com, menyebutkan bahwa kekerasan pada anak disebabkan oleh minimnya pengasuhan berkualitas dari orang tua. Upaya mencari pengetahuan tentang bagaimana mendidik anak rupanya masih belum menjadi perhatian bagi pasangan-pasangan di Indonesia. Hasil survei menunjukkan hanya 27,9% ayah dan 36,6% ibu yang mencari informasi berkualitas sebelum menikah. Rita Pranawati, Ketua Divisi Telaah dan Kajian KPAI mengartikan bahwa persiapan dari sisi pengetahuan orang tua masih jauh dari ideal.

Survei ini juga menunjukkan bahwa masih banyak orang tua di Indonesia yang mengedepankan perkembangan akademis tapi kurang memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang yang lain seperti pengembangan hobi dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Padahal, di negara-negara maju  seperti Australia, guru-gurunya lebih mementingkan anak-anaknya untuk lebih pandai mengantri daripada pandai Matematika. Negara maju mementingkan moral dibandingkan pengetahuan kognitif karena di manapun moral akan terus digunakan dan menjadi dasar dari bagaimana anak bersikap terhadap orang lain. Hal ini harus disadari orang tua karena masih banyak orang tua yang memaksakan anak-anaknya cerdas secara kognitif tanpa menyadari kepentingan untuk mengajari anak agar cerdas secara afektif.

Komunikasi antar orang tua dan anak juga harus lebih sering dilakukan untuk menciptakan kedekatan antar orang tua dan anak. Dengan demikian orang tua akan mengetahui jika anak ada masalah di sekolah serta perkembangan dan kegiatan yang dilakukan anak. Hal ini akan mengantisipasi terjadinya kekerasan pada anak karena keluhan-keluhan yang diceritakan anak dapat diantisipasi lebih cepat untuk menekan terjadinya kekerasan di sekolah.

Referensi : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150916103500-20-79056/kpai-kekerasan-anak-dipicu-buruknya-pengasuhan-orang-tua/

Leave a Comment