Menjadi Mahasiswa Seperti Apa Adalah Plihan :’)

Tadi siang, saya baru saja saling sharing dengan beberapa adik angkatan. Mereka maba-maba unyu 2015 yang baru ngicip semester pertama dan itu pun belum selesai, baru sampai UTS. Kami ngobrol soal status mahasiswa, soal orientasi masa depan #asik, soal kuliah, kerja, dan lain sebagainya habis kita ngomongin soal nilai uts dan kesibukan organisasi.

Sebagai mahasiswa yang lebih tua di antara mereka #ups, saya cuman bilang pendapat saya soal “mahasiswa seperti apa”. Bagi saya pribadi, ada banyak hal yang bisa diperoleh dengan status mahasiswa. Mulai dari yang idealis sampai yang pragmatis. Mulai dari soal niat yang ikhlas sampai yang mendapatkan balasan.

Idealis yang saya maksud artinya adalah ia memanfaatkan status mahasiswanya sesuai dengan apa yang menurut seseorang ideal untuk dirinya. Passion dan minat di dunia sepak bola, misalnya, ya ikut UKM sepak bola, Mau ada perseteruan misal di antara kelompok-kelompok UKM, ya tetap saja akan setia di UKM Sepak Bola tersebut karena yang bagi si mahasiswa UKM sepak bola adalah rumah yang bisa menanungi hobi dan kesukaannya, bukan semata tempat cari pengalaman, namun lebih tepatnya tempat belajar. Artinya jangan sampai nanti ketika sudah bergabung dalam suatu organisasi pengennya seneng-senengnya doang dan dapat enaknya aja, tapi nggak mau ikut susah bareng untuk membangun organisasi mahasiswa itu.

Nah, dalam perjalanan seseorang mahasiswa, biasanya di penghujung semester kuliah, ketika matkul yang diambil tinggal sedikit atau bahkan tinggal sngurus skripsi doang (tinggal?), di sinilah mahasiswa harus udah mulai menentukan pilihan mau jadi mahasisswa yang kayak gimana nanti ke depannya.

Ada mahasiswa yang sudah berencana S2, jadi sambil skripsia bisa jadi dia udah mulai cari-cari info S2 ataupun beasiswa sekalian. Ada juga mahasiswa yang orientasinya kerja. Udah mulai bikin akun tuh di ECC UGM. Ada juga yang mau menikmati status kemahasiswaannya itu. Nah, kenikmatan apa yang saya maksud?

Saya membagi kenikmatan mahasiswa tingkat akhir dalam dua artian. Pertama, kenikmatan emang karena nggak ada kuliah dan bahkan nggak ada kegiatan bermanfaat lain (out of kuliah) yang dilakuin. Jadi ya banyak me-timenya. Tapi emang sayang banget sih waktunya bisa dipakai untuk kegiatan positif lainnya. Nah, kategori kedua yang sedap, kenikmatan mahasiswa tingkat akhir yang bisa berburu segala macam kegiatan yang boleh jadi ketika kuliah yang dilaksanakan masih kuliah reguler yang jadwalnya masih padat, kita belum sempat ikut berpatisipasi dalam hal itu. Contohnya apa? Banyak forum pemuda nasional maupun internasional, kemudian berbagai kesempatan lomba dengan syarat masih mahasiswa, kesempatan exchange, beasiswa, dan lain sebagainya yang syaratnya jelas tertulis : masih mahasiswa, S1, atau mahasiswa tahun kesekian. Kesempatan ini tentunya akan memberikan pengetahuan dan wawasan lain yang tidak bisa didapatkan selama di bangku kuliah.

Saya mengetahui kakak tingkat yang memilih untuk lama lulus dengan mengisi waktunya itu untuk mengikuti berbagai lomba game. Teman-temannya boleh jadi lulus lebih dulu. Tapi pengalaman kakak ini bisa jadi akan jauh melampaui teman-teman yang lebih dulu lulus. Status mahasiswalah yang membuat ia bisa mengikuti berbagai perlombaan. Jika saja kakak tingkat saya ini sudah keburu lulus dan tidak lagi menyandang status mahasiswa, bisa jadi dia pun tidak mencetak rekor sebanyak yang ia lakukan di tahun-tahun terakhirnya. Ada juga mahasiswa yang menunda waktu lulusnya dengan mengikuti aksi volunteering ataupun exchange. Pada akhirnya, lama waktu lulus tidak bisa ditumbalkan karena terlalu lama bermain-main dengan skripsi saja.

Pada akhirnya, saya menyampaikan kepada adik-adik 2015 itu bahwa apapun recana kita sebagai mahasiswa di tahun-tahun terakhir kita kuliah, mau lulus lama atau lulus cepat. Atau kelar sidang skripsi+revisi mau cepat urus yudisium atau wisuda atau tidak bersegera adalah pilihan. Semua rencana di tangan kita. Yang penting  kita mengambil pilihan itu dengan alasan mendasar yang memang sudah kita pikirkan baik-baik. Bisa alasan karena dengan status mahasiswa kita masih bisa exchange, internship, magang, kerja praktek, lomba, dan sebagainya bisa jadi pilihan tersendiri. Pikirkan, kemudian yakinlah! Semoga Allah memberi kemudahan dalam mengambil keputusan, dan meridhai jalan yang diambil 🙂 Aamiin.

Leave a Comment